Yap.. kali ini saya ingin membahas mengenai beberapa dilema
para mahasiswa yang aktif kuliah di sore/malam hari . Oke langsung saja pada
point mengapa Mahasiswa pekerja disebut Mahasiswa magak ? pertama yang ingin
saya bahas adalah perbedaan jam perkuliahan yang diambil oleh mahasiswa pekerja
dengan mahasiswa reguler. Pada mahasiswa reguler jam perkuliahan yang ditempuh
antara jam 08.00 sampai selesai. Namun pada beberapa universitas swasta membuka
jam perkuliahan khusus untuk mereka yang masih ingin belajar di bangku
perkuliahan yang notabennya juga berstatus pekerja. Tentunya jam perkuliahan
juga berbeda dengan mahasiswa regular pada umumnya. Yang lumrahnya kuliah di
tempuh pada pagi hari beda halnya dengan mahasiswa pekerja yang harus menempuh
jam perkuliahan pada sore/malam hari.
Perbedaan yang sangat signifikan lainya adalah ketika
mahasiswa regular mempunyai banyak waktu longgar untuk bisa mengerjakan
berbagai tugasnya, bedakan dengan mahasiswa pekerja yang menurut saya lebih sok
sibuk dengan segala aktivitasnya hehehe iyaa sok sibuk karena di pagi hari
mereka harus bergelut dengan rutinitas pekerjaan dan sore hari dengan tenaga sisa-sisa
mereka harus menata pikiranya agar lebih focus lagi mengikuti jam perkuliahan.
Seringkali orang berpikir kalau kuliah sambil kerja itu enak
bisa bayar dengan uang sendiri. Memang sih sedikit banyak biaya kuliah
ditanggung oleh kita sendiri namun tidak sedikit juga yang masih bingung
pembayaran uang semester harus rela dibagi dengan cicilan-cicilan lainya.
Boro-boro mikir uang untuk semester , untuk bayar kos tiap bulan + cicilan
motor saja sering nunggak hahaha.
Dilema selanjutnya ketika kita memutuskan untuk kuliah
sambil kerja adalah pembagian waktu untuk beberapa tugas yang kadang harus
merelakan separuh waktu bekerja untuk berpikir. Misalnya nih tugas mengenai
survey pengambilan hak angket di beberapa lokasi atau yang paling bikin
berpikir keras adalah ketika ada mata kuliah yang mengharuskan kita untuk
mengambil jatah cuti dari pekerjaan. Bukan permasalahan besar sih tetapi
susahnya ketika ada sedikit perusahaan yang tidak mengizinkan para karyawannya
untuk mengambil cuti lebih dari 2 hari, repot juga ketika harus memanipulasi
agar kita tetap ikut proses perkuliahan tetapi tidak meninggalkan tanggungjawab
kita sebagai karyawan atau pekerja.
Lalu “Magaknya dimana?”. Magak yang dalam bahasa jawa
berarti Nanggung/Tanggung adalah sebuah kata yang saya sematkan karena menjadi
Mahasiswa Pekerja menurut saya sebuah keputusan yang Nanggung. Antara full mengabdi
sebagai karyawan atau memilih untuk full belajar menjadi mahasiswa seutuhnya.
Pilihan yang nanggung memang but, life is choice (halah pake acara ngequotes
inggris :D).
Mungkin hal-hal seperti pemaparan saya bukan menjadi sebuah
kendala besar ketika memutuskan untuk kuliah sambil kerja, namun beberapa
poin-poin seperti yang sudah saya jelaskan diatas adalah sebagian kecil gambaran
dilema para “Mahasiswa Pekerja”
Menjadi mahasiswa sekaligus pekerja memang tak mudah. Butuh
niat yang kuat dan komitmen yang tinggi agar pada saat kedua aktivitas itu
berlangsung fisik kita tidak mudah drop. Namun yang tak kalah pentingnya adalah
penyemangat dan doa dari orang tua kita yaa gengss.
Bagaimanapun kita akan tetap menjalani sebuah
proses dan tak ada usaha yang menghianati hasil, yang terpenting adalah bagaimana kita tetap
menikmati sebuat proses tanpa berpikir bahwa semua itu tak ada hasilnya. Ada seklumit
pepatah jawa yang mungkin menurut kalian itu remeh tetapi mengandung filosofi
yang besar menurut saya. Apa peribahasa itu? Peribahasa itu berbunyi “TEMEN
TINEMU” gampangnya siapa yang bersungguh-sungguh untuk melakukan suatu hal maka
“Tinemu” atau pasti akan tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar