Tetiba saya merasa tidak begitu semangat menjalani hidup. Kemalasan bergerak, keraguan bertindak dan kegamangan berpikir yang akhir-akhir ini menyelimuti pikiran saya seakan telah meledak bak bom waktu. Atau, ini semacam kelelahan pasca orgasme yang begitu memuncak setelah hangatnya api persetubuhan.
Zakar seperti terkena efek
anestesi. Menjadi loyo dan sama sekali tidak bertenaga, padahal hanya itu
satu-satunya alat yang saya pakai untuk menancapkan gairah, nafsu serta sikap
kegagahan yang tertanam jelas dalam hidup.
Saya agak canggung menghadap
kepada Tuhan. Membawa zakar yang blas sama sekali tidak ngaceng dan berwajah masam.
Saya berpikir bahwa, apakah Tuhan mau dan sudi berbagi resep agar zakarku tetap
terjaga? atau Tuhan mempunyai puluhan resep rahasia mirip coklat soloco yang
dijual bebas di toko “Li Ceng Swe” yang banyak berada di pinggiran jalan dengan
promo miring.
Keraguan saya jelas tidak berdasar
dan bodong. Jika saat ini suntikan vitalitas hanya diberikan kepada motivacrot
dan postingan-postingan yang hanya mempertontonkan sekitar wilayah dada dan
paha saja, lantas apa peran Tuhan untuk mengubah seonggok zakar yang lemas,
letih, lesu, lunglai tak berdaya ini?.
Barangkali saya diharuskan untuk
beristirahat sejenak, sekadar memejamkan mata sepersekian jam dan mengatur ritme
pernafasan kembali untuk bersiap menggenjot desahan kehidupan yang menjembutkan
ini.
oleh : Zain El Fajr
Itulah kenapa Tuhan menciptakan vagina
BalasHapus