Selasa, 22 Februari 2022

Zakar dan Tuhan

Tetiba saya merasa tidak begitu semangat menjalani hidup. Kemalasan bergerak, keraguan bertindak dan kegamangan berpikir yang akhir-akhir ini menyelimuti pikiran saya seakan telah meledak bak bom waktu. Atau, ini semacam kelelahan pasca orgasme yang begitu memuncak setelah hangatnya api persetubuhan.

 

Zakar seperti terkena efek anestesi. Menjadi loyo dan sama sekali tidak bertenaga, padahal hanya itu satu-satunya alat yang saya pakai untuk menancapkan gairah, nafsu serta sikap kegagahan yang tertanam jelas dalam hidup.

 

Saya agak canggung menghadap kepada Tuhan. Membawa zakar yang blas sama sekali tidak ngaceng dan berwajah masam. Saya berpikir bahwa, apakah Tuhan mau dan sudi berbagi resep agar zakarku tetap terjaga? atau Tuhan mempunyai puluhan resep rahasia mirip coklat soloco yang dijual bebas di toko “Li Ceng Swe” yang banyak berada di pinggiran jalan dengan promo miring.

 

Keraguan saya jelas tidak berdasar dan bodong. Jika saat ini suntikan vitalitas hanya diberikan kepada motivacrot dan postingan-postingan yang hanya mempertontonkan sekitar wilayah dada dan paha saja, lantas apa peran Tuhan untuk mengubah seonggok zakar yang lemas, letih, lesu, lunglai tak berdaya ini?.

 

Barangkali saya diharuskan untuk beristirahat sejenak, sekadar memejamkan mata sepersekian jam dan mengatur ritme pernafasan kembali untuk bersiap menggenjot desahan kehidupan yang menjembutkan ini.


oleh : Zain El Fajr

1 komentar: